Monday, 24 March 2014

Ringkasan Materi Statistika Bab II

STATISTIKA BAB II
PENYAJIAN DATA

Penyajian Data Statistik
Ada dua cara penyajian data yang sering dilakukan, yaitu
a) daftar atau tabel,
b) grafik atau diagram.
 

1. Penyajian Data dalam Bentuk Tabel
Misalkan, hasil ulangan Bahasa Indonesia 37 siswa kelas XI SMA 3 disajikan dalam tabel di samping. Penyajian data pada Tabel 1.1 dinamakan penyajian data sederhana. Dari tabel 1.1, Anda dapat menentukan banyak siswa yang mendapat nilai 9, yaitu sebanyak 7 orang. Berapa orang siswa yang mendapat nilai 5? Nilai berapakah yang paling banyak diperoleh siswa? Jika data hasil ulangan bahasa Indonesia itu disajikan dengan cara mengelompokkan data nilai siswa, diperoleh tabel frekuensi berkelompok seperti pada Tabel 1.2. Tabel 1.2 dinamakan Tabel Distribusi Frekuensi.

2. Penyajian Data dalam Bentuk Diagram

Kerapkali data yang disajikan dalam bentuk tabel sulit untuk dipahami. Lain halnya jika data tersebut disajikan dalam bentuk diagram maka Anda akan dapat lebih cepat memahami data itu. Diagram adalah gambar yang menyajikan data secara visual yang biasanya berasal dari tabel yang telah dibuat. Meskipun demikian, diagram masih memiliki kelemahan, yaitu pada umumnya diagram tidak dapat memberikan gambaran yang lebih detail.


a. Diagram Batang

Diagram batang biasanya digunakan untuk menggambarkan data diskrit (data cacahan). Diagram batang adalah bentuk penyajian data statistik dalam bentuk batang yang dicatat dalam interval tertentu pada bidang cartesius. Ada dua jenis diagram batang, yaitu
1) diagram batang vertikal, dan
2) diagram batang horizontal.

b. Diagram Garis

Pernahkah Anda melihat grafik nilai tukar dolar terhadap rupiah atau pergerakan saham di TV? Grafik yang seperti itu disebut diagram garis. Diagram garis biasanya digunakan untuk menggambarkan data tentang m keadaan yang berkesinambungan (sekumpulan data kontinu). Misalnya, jumlah penduduk setiap tahun, perkembangan berat badan bayi setiap bulan, dan suhu badan pasien setiap jam.Seperti halnya diagram batang, diagram garis pun memerlukan sistem sumbu datar (horizontal) dan sumbu tegak (vertikal) yang saling berpotongan tegak lurus. Sumbu mendatar biasanya menyatakan jenis data, misalnya waktu dan berat. Adapun sumbu tegaknya menyatakan frekuensi data.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat diagram garis adalah sebagai berikut.
1) Buatlah suatu koordinat (berbentuk bilangan) dengan sumbu mendatar menunjukkan waktu dan sumbu tegak menunjukkan data pengamatan.
2) Gambarlah titik koordinat yang menunjukkan data pengamatan pada waktu t.
3) Secara berurutan sesuai dengan waktu, hubungkan titiktitik koordinat tersebut dengan garis lurus.

c. Diagram Lingkaran

Untuk mengetahui perbandingan suatu data terhadap keseluruhan, suatu data lebih tepat disajikan dalam bentuk diagram lingkaran. Diagram lingkaran adalah bentuk penyajian data statistika dalam bentuk lingkaran yang dibagi menjadi beberapa juring lingkaran. Langkah-langkah untuk membuat diagram lingkaran adalah sebagai berikut.
1. Buatlah sebuah lingkaran pada kertas.
2. Bagilah lingkaran tersebut menjadi beberapa juring lingkaran untuk menggambarkan kategori yang datanya telah diubah ke dalam derajat.

 

3. Tabel Distribusi Frekuensi, Frekuensi Relatif dan Kumulatif, Histogram, Poligon Frekuensi, dan Ogive
a. Tabel Distribusi Frekuensi
Data yang berukuran besar (n > 30) lebih tepat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi, yaitu cara penyajian data yang datanya disusun dalam kelas-kelas tertentu. Langkah-langkah penyusunan tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut.
• Langkah ke-2 menentukan banyak interval (K) dengan rumus "Sturgess" yaitu: K= 1 + 3,3 log n dengan n adalah banyak data. Banyak kelas harus merupakan bilangan bulat positif hasil pembulatan.
• Langkah ke-3 menentukan panjang interval kelas (I) dengan menggunakan rumus:
• Langkah ke-4 menentukan batas-batas kelas. Data terkecil harus merupakan batas bawah interval kelas pertama atau data terbesar adalah batas atas interval kelas terakhir. • Langkah ke-5 memasukkan data ke dalam kelas-kelas yang sesuai dan menentukan nilai frekuensi setiap kelas dengan sistem turus. • Menuliskan turus-turus dalambilangan yang bersesuaian dengan banyak turus.
 

b. Frekuensi Relatif dan Kumulatif
Frekuensi yang dimiliki setiap kelas pada tabel distribusi frekuensi bersifat mutlak. Adapun frekuensi relatif dari suatu data adalah dengan membandingkan frekuensi pada interval kelas itu dengan banyak data dinyatakan dalam persen. Contoh: interval frekuensi kelas adalah 20. Total data seluruh interval kelas = 80 maka frekuensi relatif kelas ini adalah

Frekuensi relatif dirumuskan sebagai berikut.

Frekuensi kumulatif kelas ke-k adalah jumlah frekuensi pada kelas yang dimaksud dengan frekuensi kelas-kelas sebelumnya. Ada dua macam frekuensi kumulatif, yaitu
1) frekuensi kumulatif "kurang dari" ("kurang dari" diambil terhadap tepi atas kelas)
2) frekuensi kumulatif "lebih dari" ("lebih dari" diambil terhadap tepi bawah kelas).

c. Histogram dan Poligon Frekuensi
Histogram merupakan diagram frekuensi bertangga yang bentuknya seperti diagram batang. Batang yang berdekatan harus berimpit. Untuk pembuatan histogram, pada setiap interval kelas diperlukan tepi-tepi kelas. Tepi-tepi kelas ini digunakan unntuk menentukan titik tengah kelas yang dapat ditulis sebagai berikut.
Poligon frekuensi dapat dibuat dengan menghubungkan titik-titik tengah setiap puncak persegipanjang dari histogram secara berurutan. Agar poligon "tertutup" maka sebelum kelas paling bawah dan setelah kelas paling atas, masing-masing ditambah satu kelas.
 

d. Ogive (Ogif)
Grafik yang menunjukkan frekuensi kumulatif kurang dari atau frekuensi kumulatif lebih dari dinamakan poligon kumulatif. Untuk populasi yang besar, poligon mempunyai banyak ruas garis patah yang menyerupai kurva sehingga poligon frekuensi kumulatif dibuat mulus, yang hasilnya disebut ogif. Ada dua macam ogif, yaitu sebagai berikut.
a. Ogif dari frekuensi kumulatif kurang dari disebut ogif positif.
b. Ogif dari frekuensi kumulatif lebih dari disebut ogif negatif.

Thursday, 20 March 2014

RANGKUMAN MATERI BAB I
PERAN STATISTIKA DALAM PENELITIAN
STATISTIK VS STATISTIKA
1.    Statistik adalah kumpulan data atau fakta-fakta yang disajikan dalam bentuk daftar, Tabel, Grafik, Diagram agar mudah diinterpretasi dan digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu.
2.    Statistika adalah suatu pengetahuan mengenai cara/metode/ teknik pengumpulan data, menganalisis data, menyajikan data guna membuat keputusan-keputusan.
 
Statistika dibedakan menjadi 2 :
1.    Statistika Deskriptif à bertujuan/digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data (fakta-fakta) tanpa menarik kesimpulan terhadap populasi
2.    Statistika Induktif (Inferensial) à bertujuan/ digunakan untuk menggeneralisasikan hasil temuan yang diperoleh pada sampel terhadap populasi
a.    Statistika Parametrik adalah mensyaratkan persyaratan-persyaratan tertentu : distribusi data normal, hubungan linier, homogenitas varians.
b.    Statistika Non Parametrik adalah tidak mensyarat-kan persyaratan-persyaratan tertentu, maka dikatakan statistika Bebas Distribusi
Populasi Vs Sample
1.    Populasi adalah kumpulan semua elemen yang ada yang akan diobservasi atau diteliti
2.    Sampel adalah himpunan bagian dari populasi
3.    Sampling adalah cara pengumpulan data dengan mengambil sampel atau contoh dari seluruh anggota populasi
Apa itu data yang baik?
  1. representatif (mewakili),
  2. objektif (sesuai dengan apa yang ada atau yang terjadi),
  3. relevan (ada hubungannya dengan persoalan yang sedang dihadapi dan akan dipecahkan),
  4. mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi atau standard error (kesalahan baku) yang kecil.
Sensus adalah Populasi yang diteliti itu semuanya.
Menurut Nilainya Variable dibedakan menjadi :
  1. Variabel Diskrit atau disebut Data Diskrit  yaitu diperoleh melalui menghitung atau membilang (bukan hasil pengukuran). Misal : jenis kelamin, jenis pekerjaan, jenis sekolah, jumlah peralatan.
  2. Variabel Kontinyu atau disebut Data Kontinyu yaitu diperoleh melalui pengukuran. Misal : tinggi badan, berat badan, kompetensi siswa, sikap, minat.
Menurut Fungsinya, dibedakan:
  1. Variabel Bebas/independen (Korelasi), variabel prediktor (regresi), variabel perlakuan (eksperimen) : variabel yang akan dilihat pengaruhnya terhadap variabel terikat/dependen, kriterium, atau variabel dampak.
  2. Variabel Terikat/dependen (Korelasi), kriterium (Regresi), variabel dampak (Eksperimen) : variabel hasil/dampak/akibat dari variabel bebas/prediktor/perlakuan.
Variabel terikat : umumnya menjadi tujuan penelitian, sumber masalah, yang ingin ditingkatkan kualitasnya.
Jenis Data / Skala Pengukuran
Ada 4 macam skala/level hasil pengukuran yang biasa digunakan dalam berbagai penelitian, yaitu:
  1. Skala Nominal
  2. Skala Ordinal
  3. Skala Interval
  4. Skala Rasio
Skala Nominal
  1. Skala data hasil pengukuran yang hanya dapat membedakan antara jenis/kelompok yang satu dengan yang lainnya.
  2. Skor yang diberikan di sini hanya berfungsi sebagai tanda atau nomor belaka, dan tidak menunjukkan tingkatan maupun kualitasnya.
  3. Contoh: jenis kelamin, jenis sekolah, jenis pekerjaan, agama, dsb.
  4. Contoh :  Jenis Kelamin   Laki-laki       =  1Perempuan  =  2
Pemilihan Teknis Statistik
1.    Berkaitan dgn rumusan hipotesis penelitian à karena fungsi Statistik adalah untuk menguji hipotesis.
2.    Tergantung pada jenis/skala data pengukuran
3.    Ditentukan oleh terpenuhi-tidaknya persyaratan Analisis yang telah ditetapkan.
4.    Dalam penelitian kuantitatif, peran statistik deskriptif masih sangat penting, karena untuk mendeskripsikan data yang diperoleh yang bersifat univariat.

Monday, 10 March 2014

Data Mahasiswa Mata Kuliah Statistika Akuntansi B STIESS Kendal

Data Mahasiswa Mata Kuliah Statistika Akuntansi B STIESS Kendal

No
NIM
Nama
Hobby
1
2213001
Afifuddin
  Makan
2
2213002
Ana Lutfia Rahayu
Koplonan
3
2213004
Atika Nur Fathonah
Jalan-jalan
4
2213005
Biyadhu Fidhoh
 menari
5
2213006
Dendi Safaroh
  Telponan
6
2213009
Edi Riyanto
  Naik Vespa
7
2213010
Fajar Amelia
  Ndongeng
8
2213011
Farkhatussaidah
  menari
9
2213012
Galih Guliano
  Tebar Pesona
10
2213013
Heru Sutopo
  menari
11
2213014
Imam Turmudi
  menari
12
2213017
Kharisatul Laeliyah
Menyanyi
13
2213018
Lisa Afrilia
Pokok.e Joget
14
2213019
Lisiana Pramesti Utami
Mengaji
15
2213020
Mukti Wibowo
Ndarus
16
2213021
Nisa Afida
Pesbukan
17
2213022
Nur Hidayati
Menjahit
18
2213024
Puji Sugiono
Ngemil
19
2213027
Siti Fauzanah
Sholat
20
2213028
Siti Marwah
Nangis
21
2213029
Siti Masfufah
menyanyi
22
2213030
Siti Nur Jannah
Jeng-jeng
23
2213031
Siti Tohiroh
Menulis
24
2213033
Sumariyah
Membaca
25
2213035
Uzlifatul Khoiroh
Berhitung
26
2213036
Wulidatun Naimah
Foto-foto
27
2213037
Amalia
Menyanyi
28
2213038
Dewi Siti Fatimah
Ngrumpi
29
2213039
Endang Setianingsih
Tidur
30
2213040
Hasan As'ari
Ketawa
31
2213041
Ika Rokhma Sari
Ngobrol
32
2213042
Inda Rohmatin
Pesbukan
33
2213043
Komsatun
Menyanyi
34
2213044
M. Khaerudin
Menari
35
2213045
M. Lathifil Anshori
Membaca
36
2213046
Mochamad Rifay
Menghitung
37
2213047
Nur Hidayah
Berhitung
38
2213048
Rika Chaeriyah
Menari
39
2213049
Ratih Hapsari Handayani
Pacaran
40
2213050
Retno Kumalasari
Berdandan
41
2213051
Siti Irawati
Bercerita
42
2213052
Siti Maftukhah
Berfoto
43
2213053
Ustadzah Umriyah
Berceramah
44
2213054
Ulfi Zaituni
Menangis
45
2213055
Ririh Nia Pratusy
Menyanyi
46
2213057
Sri Pitdianti
Menyanyi
47
2213059
Solikhatun
Jalan-jalan
48
2213061
Ana Afifah
Bercerita
49
2213062
Aeni Nur Rohmawati