1. Pengertian dan Manfaat ANAVA
Analisis Varians (Analysis of Variance), merupakan
sebuah teknik inferensial yang digunakan untuk menguji perbedaan rerata nilai.
Sebagai sebuah teknik analisis varians atau yang seringkali disebut dengan
anava saja mempunyai banyak keuntungan. Pertama, anava dapat digunakan
untuk menentukan apakah rerata nilai dari dua atau lebih sampel berbeda secara
signifikan atau. Kedua, perhitungan anava juga menghasilkan harga F yang
secara signifikan menunjukkan kepada peneliti bahwa sampel yang diteliti
berasal dari populasi yang berbeda, walaupun anava tidak dapat menunjukkan
secara rinci yang manakah di antara rerata nilai dari sampel-sampel tersebut
yan gberbeda secara signifikan satu sama lain. Uji T lah yang dapat
menyempurnakan ini. Ketiga, anava juga dapat digunakan untuk menganalisis
data yang dihasilkan dengan desain factorial jamak. Dalam desain factorial yang
menghasilkan harga F ganda, anava dapat menyelesaikan tugas sekaligus. Dengan
anava inilah peneliti dapat mengetahui antarvariabel manakah yang memang
mempunyai perbedaan secara signifikan, dan varibel-variabel manakah yang
berinteraksi satu sama lain.
Keuntungan lain dari anava adalah kemampuannya untuk
mengetes signifikansi dari kecenderungan yang dihipotesiskan. Hasilnya disebut
dengan analisis kecenderungan. Sebaagai contoh peneliti mengelompokkan siswa ke
dalam empat kelompok berdasarkan tingkat kedisiplinannya seseorang akan semakin
tinggi prestasi belajarnya. Untuk menguji hipotesis ini peneliti dapat
menggunakan anava. Manfaat lain dari anava adalah, bahwa teknik ini dapat
digunakan untuk menguji signifikansi perubahan varians dua ampel atau lebih.
Dengan menggunakan teknik anava peneliti tidak perlu berkali-kali melakukan
pengujian tetapi hanya cukup sekali saja. Disamping penghematan tersebut,
seperti sudah dikemukakan diatas, dengan anava peneliti dapat melihat akibat
dari interaksi dua faktor. Beberapa asumsi yang harus dipenuhi dalam uji anova
adalah sebagai berikut :
a) Varians homogeny (sama)
b) Sampel kelompok independen
c) Data berdistribusi normal
d) Jenis data yang dihubungkan adalah :
ada/tidaknya perbedaan rerata data numerik pada kelompok kategorik
Untuk uji normalitas dapat menggunakan koefisien of varians,
histogram, K-S test. Sedangkan untuk menguji varians sama/tidak menggunakan
Levene test. Alternative uji anova yang dapat digunakan adalah Kruskal-Wallis.
1. Harga-Harga yang Diperlukan dalam
Uji Analisis Varians
Untuk dapat menggunakan teknik anava dengan baik, perlu
kiranya mengenal beberapa pengertian tentang harga-harga yang terdapat di dalam
rumusnya. Baik dalam anava tunggal maupun anava ganda terdapat beberapa istilah
teknis yang belum terdapat di dalam teknik-teknik sebelumnya. Harga-harga yang
dimaksud adalah : sumber variasi, jumlah kuadrat (disingkat JK), rerata kuadrat
atau mean kuadrat (singkat MK), dan harga F.
1.1
Sumber Variasi
Pengertian “sumber variasi” digunakan sebagai judul kolom
dalam table persiapan anava. Hal-hal yang terkandung di dalam di bawah judul
tersebut adalah hal-hal yang dipandang menunjukkan variasi sehingga menyebabkan
timbulnya perbedaan nilain yang dianalisis. Sebagai sumber variasi misalnya
perbedaan yang terjadi di antara kelompok, di dalam kelompok, dan interaksi
antara dua faktor atau lebih.
1.2
Jumlah Kuadrat
|
JKtot = ∑X2-∑(X)2/N
|
Yang dimaksud dengan jumlah kuadrat
adalah penjumlahan tiap-tiap deviasi nilai reratanya. Ada beberapa jenis jumlah
kuadrat yang akan dijumpai dalam pekerjaan analisis varian : yakni jumlah
kuadrat total, jumlah kuadrat antar kelompok, jumlah kuadrat dalam kelompok.
Untuk anava ganda masih ada satu pengertian lagi yaitu kuadrat interaksi.
Dengan rumus :
1.
∑(X)2/N= faktor koreksi
|
JKant = ∑ [(∑Xk)2/nk-
(∑X)2/N ]
|
2.
k = banyaknya
kelompok
nk =
banyaknya subjek dalam kelompok
|
JKtot = Jkant
+ Jkdal
|
3.
1.3
Pengertian Mean Kuadrat
|
F = MKant/MKdal
|
Selain jumlah kuadrat, ada
pengertian penting yang sangat berperan di dalam perhitungan dangan anava yakni
mean kuadrat. Dengan mean kuadrat inilah harga F dapat diketahui, karena F
diperoleh dari pembagian harga mean kuadrat. Mean kuadrat (rerat kuadrat)
diperoleh dengan rumus :
2. Jenis-Jenis Anava
Sesuai dengan banyaknya faktor yang terlibat, maka anava
dibedakan secara garis besar menjadi dua yaitu :
1)
Anava tunggal atau anava satu jalan
2)
Anava ganda atau anava lebih dari
satu jalan.
2.1
Analisis Varians Satu Jalan
Yang dimaksud dengan analisis varians satu jalan adalah
analisis varians yang digunakan untuk mengolah data yang hanya mengenal satu
variable pembanding.
Langkah
– langkah dalam anava ini adalah :
1.
Mengelompokkan sekor berdasarkan
kategori
Tabel 1
Pengelompokkan Prestasi Praktik Menurut Kelompok Dukungan
Orang Tua Siswa
|
Sangat
Mendukung (SM)
|
Mendukung
(M)
|
Tidak
Mendukung (TM)
|
|
49 36 36
37 35 47
46 38 34
37 34
34 40
30 31
|
36 29 45
37 28 30
48 47 31
49 42 39
35 35 48
48 31 38
|
33 45 39
34 35 40
30 34 47
32 44 35
49 36 40
33 46
|
|
Jumlah
= 15 org
|
Jumlah
= 18 org
|
Jumlah
= 17 org
|
2.
Membuat tabel statistik
Tabel 2
Tabel Statistik untuk Anava Tunggal
|
KLp
Harga
|
SM
|
M
|
TM
|
Jumlah
|
|
nk
X
∑X
∑X2
|
15
37.67
564
21654
|
18
38,67
696
27838
|
17
38,35
652
25568
|
50
(N)
1912
75060
|
3.
Membuat Tabel Rumus Unsur Persiapan
Anava
Tabel 3
Rumus Unsur Tabel Persiapan Anava
Satu Jalan
|
Sumber
Variasi
|
Jumlah
Kuadrat (JK)
|
d.b.
|
MK
|
F
|
|
Kelompok (K)
Dalam (d)
|
JK = (∑Xk)2 /nk
- (∑XT) 2/ nk
JKd = JKT-JKk
|
dbk = K-1
dbd = N-K
|
MKk = JKk/dbk
MKd
= JKd/dbd
|
F0 = MKk/MKd
|
|
Total (T)
|
JKT
= ∑XT2[(∑XT)2/nk]
|
db
= N-1
|
4. Menghitung harga-harga yang ada di table persiapan Anava
Satu Jalan
5. Memasukkan harga-harga dalam tabel ringkasan anava
|
Sumber
Variasi
|
JK
|
d.b.
|
MK
|
Fo
|
P
|
|
Kelompok (K)
Dalam (d)
Total (t)
|
9,6376
1935,4824
1945,12
|
(3-1) = 2
(50-3) = 47
(50-1) = 49
|
4,8188
41,1805
|
= 0,117
|
>0,05
|
Setelah mendapatkan harga F kemudian konsultasikan ke dalam tabel F dengan
memperhitungkan dbf = dbk lawan dbd. Setelah
harga F ditemukan dan dikonsultasikan dengan tabel F, langkah selanjutnya
adalah mengadakan pengujian terhadap harga rerata untuk setiap kelompok sampel.
Perhitungan pengujian dilakukan pada setiap pasangan harga rerata, yang
dilakukan dengan uji-t. Menurut peraturan lama, pengujian rerata (uji joli)
hanya dilakukan jika harga F0 signifikan. Belakangna disarankan oleh
para ahli bahwa uji-t terhadap setiap pasangan harga rerata selalu dilakukan
walaupun harga F0 tidak signifikan. Rumus yang dilakukan pada uji
joli adalah :
=
Hasil harga t dikonsultasikan dengan tabel t dengan d.b. = ( n1 + n2
– 2 ). Oleh karena yang diuji joli ada tiga harga rerata, maka lakukan uji joli
sebanyak tiga kali.
2.2
Analisis Varians Dua Jalan
Analisis varians dua jalan merupaka teknik analisis data
penelitian dengan desain faktorial dua faktor. Dalam penelitian ini terdapat
dua variable yang digunakan untuk dasar peninjauan sekor utntuk variable
terikat. Anava dua jalan mempunyai judul kolom dan judul baris dengan
menggunakan klasifikasi dua variable yang digunakan sebagai dasar tinjauan
sekor untuk variable terikat. Anava dua jalan yang juga disebut dengan anava
modal AB mempunyai dua variabel. Model diagram analisis dua jalan dapat berupa
dua alternative sbb.
Alternatif
1
Alternatif 2
|
A-1
|
A-2
|
||||
|
B1
|
B2
|
B3
|
B1
|
B2
|
B3
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
A
B
|
A-1
|
A-2
|
|
B1
|
1
|
4
|
|
B2
|
2
|
5
|
|
B3
|
3
|
6
|
Langkah
– langkah dalam anava ini adalah :
1.
Mengelompokkan sekor
berdasarkan kategori
Tabel 4
Pengelompokan data anava dua jalan dengan tabel (
3 x 3 )
|
A
B
|
A-1
|
A-2
|
A-3
|
|
B1
|
49 40 31
46 35
5
|
45 48 48
29 38 47
6
|
47 49
44 10
4
|
|
B2
|
34 36
37 47
34 30 36
7
|
35 36
37 35
31 39 42
8
|
39 40 40
33 35 34
6
|
|
B3
|
37 34 38
3
|
31 49 30
48 28
5
|
33 34 36
30 46
32
45 7
|
2.
Membuat tabel statistik
Tabel 5
Tabel Statistik untuk Anava Dua Jalan dengan Tabel ( 3 x 3 )
|
B
|
Statistik
|
A1
|
A2
|
A3
|
Jlh
|
|
B1
|
N
∑X
∑X2
X
|
5
180
6714
36
|
6
225
11127
42,5
|
4
175
7771
43,75
|
15
631
27201
-
|
|
B2
|
N
∑X
∑X2
X
|
7
254
9382
|
7
255
9361
36,43
|
6
221
8191
36,83
|
20
730
26934
-
|
|
B3
|
N
∑X
∑X2
X
|
3
109
3969
36,33
|
5
168
7350
37,2
|
7
256
9606
36,57
|
15
551
20925
-
|
|
Jlh.
|
N
∑X
∑X2
|
15
564
21654
|
18
696
2783
|
17
652
25568
|
50
1912
75060
|
3.
Membuat Tabel Rumus Unsur Persiapan
Anava
Tabel 6
Rumus Unsur Tabel Persiapan Anava
Dua Jalan
|
Sumber
Variasi
|
Jumlah
Kuadrat
|
Db
|
MK
|
Fo
|
P
|
|
Antara A
Antara B
Antara AB
(Interaksi)
Dalam (d)
|
= –
= –
= – – JKA -
JKB
JKd = JKA –
JKB - JKAB
|
A-1 (2)
B-1 (2)
dbA x dbB
(4)
dbT-dbA-dbB-dbAB
|
|
|
|
|
Total (T)
|
JKT
= -
|
N-1 (49)
|
4. Menghitung harga-harga yang ada di table persiapan Anava Dua
Jalan
Seperti
pada waktu anava tunggal, pada pengerjaan anava gandapun sama, yakni sesudah
ditemukan harga F, signifikan maupun tidak, harus dilanjutkan dengan
perhitungan uji joli. Untk anava ganda yang memiliki sel sebanyak 9 buah, uji
jolinya bukan hanya 9 tetapi 36 kali.
2.3
Analisis Varians Tiga Jalan
Dari uraian tentang jumlah kuadrat untuk anava dua jalan
dapat diketahui bahwa JK ant merupakan jumlah dari JKA , JKB
, JKAB. Untuk anava tiga jalan, karena juga terdapat pengaruh
faktor utama dan faktor interaksi, maka hubungan antara jumlah kuadrat total,,
jumlah kuadrat antara dan jumlah kuadrat dalam sbb :
JKtot
= JKant + JKdal
JKA+
JKB+ JKABS+ JKAC+
JKBC+ JKABC
faktor utama faktor interaksi
Langkah
– langkah dalam anava ini sama dengan anava dua jalan.
Tabel 7
Bentuk Tabel Pengelompokan data anava tiga jalan
|
A1
|
A2
|
|||||
|
B1
|
B2
|
B3
|
B1
|
B2
|
B3
|
|
|
C1
|
||||||
|
C2
|
||||||
|
C3
|
||||||
|
Jlh.
|
||||||
Tabel 8
Bentuk Tabel Statistik Anava Tiga Jalan
|
Statistik
|
A1
|
A2
|
Jumlah
|
|||||
|
B1
|
B2
|
B3
|
B1
|
B2
|
B3
|
|||
|
C1
|
||||||||
|
C2
|
||||||||
|
C3
|
||||||||
|
Jlh.
|
||||||||
Tabel 9
Rumus Unsur Tabel Persiapan Anava Tiga Jalan
|
Sumber
Variasi
|
Jumlah
Kuadrat (JK)
|
d.b
|
MK
|
F0
|
P
|
|
Antara A
Antara B
Antara C
Interaksi AB
Interaksi AC
Interaksi BC
Interaksi ABC
Dalam
|
JKA = ∑ –
JKB = ∑ –
JKC = ∑ –
JKAB = ∑ –
- JKA-JKB
JKAC = ∑ –
- JKA-JKC
JKBC = ∑ –
- JKB-JKC
JK BC = ∑ –
- JKA- JKB-JKC-JKAB-JKAC-JKBC
JKd = JKT-JKant
=
JKT – JKA – JKB – JKC – JKAB
JKAC - JKBC
|
A-1
B-1
C-1
dbA x dbB
dbA x dbC
dbB x dbC
dbA x dbB x
dbC
dbT – dbant
|
|
|
|
|
Total
|
JKA = ∑
|
N-1
|
Derajat kebebasan ( d.b ) yang digunakan untuk konsultasi adalah : d.b faktor
pembilang lawan d.b.d sebagai penyebut. Pedoman untuk mengadakan
interpretasi terhadap harga F0 adalah :
|
Jika
F0 ≤ Ft 1%
|
Jika
F0 ≤ Ft 5%
|
Jika
F0 ≥ Ft 5%
|
|
1.
Harga Fo yang diperoleh
sangat signifikan
2.
Ada perbedaan rerata secara
signifikan
3.
Hipotesa Nihil (Ho)
ditolak
4.
p < 0,05 atau p = 0,01
|
1.
Harga Fo yang diperoleh
signifikan
2.
Ada perbedaan rerata secara
signifikan
3.
Hipotesa Nihil (Ho)
ditolak p < 0,05 atau p = 0,01
|
1.
Harga Fo yang diperoleh
tidak signifikan
2.
Tidak ada perbedaan rerata secara
signifikan
3.
Hipotesa tidak Nihil (Ho)
diterima p > 0,01
|
2
ANALISIS VARIANS DALAM
SPSS
1. Entry Data
Entry data untuk ANAVA dilakukan untuk variabel terikat (y)
secara bersambung untuk semua kelompok. Kelompok dikenali dari variabel bebas
(x). Sebagai contoh, akan dianalisis data untuk menguji hipotesis:
1. Terdapat perbedaan hasil belajar Bahasa Inggris antara
siswa yang mengikuti pembelajaran dengan media audio-video, multi media, dan hipermedia.
2. Pada siswa yang berkepribadian introvert, terdapat
perbedaan hasil belajar Bahasa Inggris antara siswa yang mengikuti pembelajaran
dengan media audio -video, multi media, dan hipermedia.
3. Pada siswa yang berkepribadian ekstrovert, terdapat
perbedaan hasil belajar Bahasa Inggris antara siswa yang mengikuti pembelajaran
dengan media audio-video, multi media, dan hipermedia.
4. Terdapat pengaruh interaksi antara jenis media
pembelajaran dan kepribadian siswa terhadap hasil belajar Bahasa Inggris.
Data
hasil penelitian adalah sebagi berikut:
|
Jns.Media
Kepribadian
|
Audio-Video
(A1)
|
Multimedia
(A2)
|
Hipermedia
(A3)
|
|
Ekstrovert
(B1)
|
5,
7, 4, 6, 3, 5, 7
|
6,
7, 8, 5, 6, 7, 8
|
7,
8, 9, 8, 8, 6, 7
|
|
Introvert
(B2)
|
8,
9, 8, 9, 8, 7, 6
|
7,
7, 8, 6, 6, 5, 7
|
6,
5, 6, 6, 7, 4, 7
|
Apabila dibuat dalam bentuk tabel
kerja, maka tabel di atas akan tampak seperti di bawah ini :
|
YA1B1
|
YA1B2
|
YA2B1
|
YA2B2
|
YA3B1
|
YA3B2
|
|
5
7
4
6
3
5
7
|
6
7
8
5
6
7
8
|
7
8
9
8
8
6
7
|
8
9
8
9
8
7
6
|
7
7
8
6
6
5
7
|
6
5
6
6
7
4
7
|
Setelah dimasukkan ke form SPSS,
data dalam form SPSS akan tampak sebagai berikut.
2. Analisis Data
Menu ANAVA pada SPSS terletak di General
Linear Model, dengan langkah- langkah seperti berikut.
Analyze
General Linear Model
Univariate
Menu akan tampak seperti bagan di
bawah ini.
Apabila menu tersebut sudah dipilih,
maka akan tampak kotak dialog. Pindahkan y ke dependent variabel dan x
ke fixed faktor(s), seperti bagan berikut.
Selanjutnya
dipilih menu- menu yang lain untuk melengkapi analisis yang diperlukan.
Misalnya, jika diperlukan uji lanjut, maka pilih menu Post Hoc… sehingga
muncul menu dialog seperti di bawah ini.
Berikan tanda centang (v) pada kotak di depan nama uji
lanjut yang dipilih. Misalnya, pada contoh di atas dipilih uji Tukey dan Uji
Scheffe. Setelah itu, pilih menu Continue. Berikutnya, pilih menu-menu lain
yang dipandang perlu untuk melengkapi analisis. Jika semua menu yang diperlukan
sudah dipilih, maka selanjutnya pilih OK, sehingga muncul hasil analisis. Hasil
analisis yang diperlukan adalah seperti tampak pada bagan berikut.
|
Tests of Between-Subjects Effects
|
|||||
|
Dependent
Variable:VAR00001
|
|||||
|
Source
|
Type III Sum of Squares
|
df
|
Mean Square
|
F
|
Sig.
|
|
Corrected Model
|
33.643a
|
5
|
6.729
|
5.266
|
.001
|
|
Intercept
|
1853.357
|
1
|
1853.357
|
1450.453
|
.000
|
|
VAR00002
|
24.429
|
2
|
12.214
|
9.559
|
.000
|
|
VAR00003
|
1.167
|
1
|
1.167
|
.913
|
.346
|
|
VAR00002 * VAR00003
|
8.048
|
2
|
4.024
|
3.149
|
.055
|
|
Error
|
46.000
|
36
|
1.278
|
||
|
Total
|
1933.000
|
42
|
|||
|
Corrected Total
|
79.643
|
41
|
|||
|
a. R Squared = .422
(Adjusted R Squared = .342)
|
|||||
Hasil analisis menunjukkan bahwa harga F untuk A besarnya
9,559 dengan signifikansi 0,000. Untuk menginterpretasikan hasil analisis di
atas dilakukan mekanisme sebagai berikut.
a.
Susun hipotesis
Ho
: m1 = m2
= m3
H1
: m1 ¹ m2
= m3 atau
m1= m2
¹
m3 atau m1
¹
m2 ¹ m3
b. Tetapkan signifikansi, misalnya a=0,05.
c. Bandingkan a dengan signifikansi yang
diperoleh (sig). Apabila a < sig., maka H1 diterima, sebaliknya bila a ³ sig., maka H0 diterima.
d. Ternyata hasil analisis menunjukkan bahwa sig.
besarnya 0,000 lebih kecil daripada a = 0,05. Dengan demikian H0 ditolak dan H1
diterima. Jadi kesimpulannya, terdapat perbedaan hasil belajar Bahasa Inggris
antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan media audio-video, multi media,
dan hipermedia.
.
Untuk
melihat sel mana yang berbeda harus dilihat hasil uji lanjut (Post Hoc...) yang
dipilih, yakni Uji Tukey dan Uji Scheffe, seperti tampak di bawah
ini.
|
Multiple Comparisons
|
|||||||
|
Dependent Variable:y
|
|||||||
|
(I) VAR00002
|
(J) VAR00002
|
Mean Difference (I-J)
|
Std. Error
|
Sig.
|
95% Confidence Interval
|
||
|
Lower Bound
|
Upper Bound
|
||||||
|
Tukey HSD
|
1.00
|
2.00
|
-1.7143*
|
.42725
|
.001
|
-2.7586
|
-.6700
|
|
3.00
|
-.2143
|
.42725
|
.871
|
-1.2586
|
.8300
|
||
|
2.00
|
1.00
|
1.7143*
|
.42725
|
.001
|
.6700
|
2.7586
|
|
|
3.00
|
1.5000*
|
.42725
|
.003
|
.4557
|
2.5443
|
||
|
3.00
|
1.00
|
.2143
|
.42725
|
.871
|
-.8300
|
1.2586
|
|
|
2.00
|
-1.5000*
|
.42725
|
.003
|
-2.5443
|
-.4557
|
||
|
Scheffe
|
1.00
|
2.00
|
-1.7143*
|
.42725
|
.001
|
-2.8051
|
-.6234
|
|
3.00
|
-.2143
|
.42725
|
.882
|
-1.3051
|
.8766
|
||
|
2.00
|
1.00
|
1.7143*
|
.42725
|
.001
|
.6234
|
2.8051
|
|
|
3.00
|
1.5000*
|
.42725
|
.005
|
.4091
|
2.5909
|
||
|
3.00
|
1.00
|
.2143
|
.42725
|
.882
|
-.8766
|
1.3051
|
|
|
2.00
|
-1.5000*
|
.42725
|
.005
|
-2.5909
|
-.4091
|
||
|
Based on observed
means.
The error term
is Mean Square(Error) = 1.278.
|
|||||||
|
*. The mean difference
is significant at the 0.05 level.
|
|||||||
Jika diperhatikan hasil di atas, maka untuk Uji Tukey tampak
bahwa sel 1 dan sel 2 berbeda secara signifikan dengan koefisien -1,71.
Perbedaan tersebut ditunjukkan oleh bilangan signifikansi yang diperoleh (sig.)
sebesar 0,001 yang jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi yang
ditetapkan, yakni 0,05. Dengan cara yang sama dapat dilihat perbedaan antara
sel-sel yang lain.


